Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Juli 2021

Permasalahan di Dunia Ketenagakerjaan yang Harus Ditangani Praktisi Psikologi

Permasalahan di Dunia Ketenagakerjaan – Dalam praktiknya, dunia industry dan ketenagakerjaan memilki banyak persoaln. Persoalan ini dapat disebabkan karena banyak factor, dimulai dari factor individu, sampai factor yang dari kantor atau perusahaan tersebut. Berikut ialah beberapa permasalahan di dunia ketenagakerjaan yang perlu diatasi oleh pegiat psikologi :

Permasalahan di Dunia Ketenagakerjaan

  1. Assesmen pada tenaga kerja

Permasalahan di Dunia Ketenagakerjaan yang Harus Ditangani Praktisi Psikologi

Masalah pertama kali yang harus diatasi oleh pegiat psikologi di dunia ketenagakerjaan ialah maalah assesmen pada tenaga kerja. Ada banyak point dan aktivitas penting yang sudah dilakukan oleh pegiat psikologi pada permasalahan ini, diantaranya ialah :

  • Masalah recruitment, dimulai dari psikotest sampai interviu dan pengamatan
  • Penilaian performa
  • Keputusan penghentian, pemindahtugasan, perubahan, dan peningkatan kedudukan pada tenaga kerja
  • Laporan berkenaan performa dan permasalahan psikis pada tenaga kerja yang ada di pada kondisi kerja
  1. Masalah individu / individual dari pegawai yang terikut dalam keadaan kerja

Permasalahan di Dunia Ketenagakerjaan yang Harus Ditangani Praktisi Psikologi

Masalah yang harus juga dapat diatasi pegiat psikologi di di dunia ketenagakerjaan ialah permasalahan individu, atau permasalahan individual yang dirasakan oleh tenaga kerja atau pegawai, yang bisa memengaruhi performa dari pegawai. Menjadi rahasia, jadi seorang tenaga kerja bisa memunculkan timbulnya banyak permasalahan – permasalahan individu yang mengakibatkan perform seorang jadi menurun atau jadi tidak maksimal. Permasalahan – masala itu diantaranya ialah :

  • Stress kerja
  • Bullying dan senioritas dalam lingkungan kerja
  • Gesekan dengan atasan, dan rekanan sepekerjaan
  • Masalah – permasalahan intrinsic, seperti kepuasan kerja, perselisihan antara tugas (job desk), psikosomatis dalam pekerjaan
  1. Pengembangan tenaga kerja

Agar satu perusahaan dan organisasi sanggup berkembang lebih bagus kembali, karena itu perlu dilaksanakan peningkatan kekuatan dari tenaga kerja. Peningkatan kekuatan ini akan menolong beberapa tenaga kerja untuk memperoleh pengalaman dan kekuatan atau kemampuan – kemampuan baru, baik secara tehnis atau secara psikis untuk menolong mereka agar memberinya kontributor maksimal pada perusahaannya. Umumnya dilaksanakan pelatihan, yang bisa meliputi beragam faktor, misalkan :

  • Communication skills
  • Leadership
  • Gotong royong dan kerja sama
  • Peningkatan kekuatan teknis
  • Kelekatan pada pekerjaan
  • Kelekatan antara pegawai, baik atasan, bawahan, atau rekanan sepekerjaan
  1. Shifting, payroll, dan permasalahan personalia

Permasalahan di Dunia Ketenagakerjaan yang Harus Ditangani Praktisi Psikologi

Salah satu perihal yang jadi fokus dari pegiat psikologi di di dunia ketenagakerjaan ialah berkenaan permasalahan – permasalahan personalia. Permasalahan – permasalahan personalia ini tersangkut banyak komponen, dan semakin banyak terkait dengan organisasi keseluruhannya, tidak dengan individu. Misalkan ialah :

  • Sistem kerja shift, tentukan tipe mekanisme shift yang pas, dan lakukan rolling atau penggantian dan bertanggungjawab akan permasalahan – permasalahan yang ada karena mekanisme kerja shift
  • Payroll, yakni atur berkenaan mekanisme pembayaran, pengupahan, bonus, penalti atau denda, dan segalanya yang tersangkut mekanisme pengupahan pada pegawai
  • Masalah personalia yang lain, seperti ketertinggalan, mangkirsi, pengabaian pada pekerjaan, permasalahan pada ketentuan, dan semua wujud permasalahan sebagai tanggung-jawab sektor personalia
  1. Masalah dari perusahaan atau organisasi itu sendiri

Permasalahan di Dunia Ketenagakerjaan setelah itu persoalan dalamm organisasi tersebut. Umumnya permasalahan ini tersangkut style kepimpinan dari pemiliki perusahaan, atau budaya perusahaan organisasi. Saat bertemu dengan permasalahan semacam ini, karena itu pegiat psikologi harus pandai – pandai untuk atur, bagaimana triknya supaya permasalahan seperti budaya organisasi dan kepimpinan ini dapat jalan bersebelahan dengan karakter pegawai atau tenaga kerja lainnya. pegiat psikologi benar-benar memerlukan kekuatan komunikasi dan masalah solving yang bagus.

  1. Masalah barisan, individu, atau organisasi yang ada dalam seting atau ruang cakup pekerjaan

Intervensi sebagai salah satunya hal yang perlu dimengerti oleh pegiat psikologi dimana saja. Khususnya di di dunia industry dan ketenagakerjaan, interferensi dengan dasar teori dan penglihatan psikologi industry dan organisasi sangat mutlak dimilki oleh pegiat psikologi. Interferensi tersangkut bagaimana pegiat psikologi sanggup memberinya sebuah kontributor dalam menangani permasalahan yang ada di dalam seting kerja. Pegiat psikologi harus menyaksikan permasalahan apa yang ada, dan membuat suatu perancangan interferensi yang pas, hingga permasalahan itu dapat terselesaikan.

Itulah beberapa Persoalan di Dunia Ketenagakerjaan yang perlu dapat ditemui dan harus dapat ditangani di di dunia ketenagakerjaan oleh pegiat psikologi. By: Psikologi Mania

Selasa, 06 Juli 2021

Yang Tidak Seharusnya Anda Lakukan di Tempat Kerja

Yang Tidak Seharusnya Anda Lakukan di Tempat Kerja

Beberapa dari kita habiskan mayoritas jam bangun kita pada tempat kerja. Tetapi, penting sekiranya untuk jaga batasan-batas di antara kehidupan kerja dan kehidupan individu. Ini akan menolong Anda menjaga kredibilitas Anda, norma dan rekam jejak yang bagus, belum juga niat baik di antara kawan-kawan Anda dan atasan. Apa saja hal yang dapat menghancurkan kredibilitas Anda pada tempat kerja?

Yang Tidak Seharusnya Anda Lakukan di Tempat Kerja

  1. Jangan tawarkan barang berjualan Anda (bila Anda pedagang) ke rekanan kerja Anda dalam beli barang bagiangan dana anak-anak Anda. Sebagian besar rekanan kerja yang disodori berasa tidak nikmat untuk menampik dan bisa mempengaruhi penilaian professional mereka pada Anda.
  2. Jangan mencari kerja baru di saat Anda harus bekerja. Sangat tidak beretika tinggalkan pekerjaan untuk menjumpai calon bos baru Anda. Mengapa? Karena Anda makan upah buta bila melakukan. Disamping itu Anda pun memberitahu calon majikan jika Anda memakai waktu dan sumber daya perusahaan karena argumen individu. Mereka bisa berpikiran jika Anda dapat lakukan hal sama saat bekerja buat mereka.
  3. Jangan lakukan “usaha sambilan” Anda saat bekerja. Yakinkan semua sumber daya seperti computer, kertas, pulsa telepon dan yang lain ialah punya Anda sendiri, bukan punya perusahaan tempat Anda bekerja.
  4. Jangan kerjakan riset atau menulis tesis Anda pada tempat kerja. Lakukan hal tersebut mengagumkan jika Anda tetapi tidak sanggup menuntaskan tugas rumah Anda secara baik. Teruslah pakai waktu bekerja untuk bekerja, walau pengajaran Anda nanti berguna untuk ekerjaan Anda.
  5. Jangan berencana berlibur Anda selanjutnya saat bekerja. Mempelajari opsi berlibur seperti arah, hotel, ticket pesawat, dan aktivitas menarik yang lain bisa memerlukan waktu. Mencari waktu online sepanjang istirahat makan siang Anda.
  6. Jangan bermain games. Ingat-ingatlah, bila Anda ketangkap melakukan, Anda akan dikasih cap sebagai ‘karyawan pencandu games yang bermain selama seharian dan berpikiran tidak ada yang mengetahui.”
  7. Jangan ambil foto atau video rekanan atau atasan tanpa izin. Anda kemungkinan berpikiran itu lucu untuk ambil peristiwa saat rekanan kerja Anda menyanyi. Tetapi posting di sosial media ialah pelanggaran privacy dan benar-benar mengusik.
  8. Jangan posting di sosial media saat jam kerja. Bila Anda publish up-date status, tweeting, share pin dan “menyenangi” up-date seseorang, seseorang bisa mengasumsikan Anda tidak rajin bekerja dan mengakibatkan tugas jadi telat. Posting pada saat yang pas, saat sebelum bekerja, saat makan siang, atau pada malam hari.

Sabtu, 03 Juli 2021

Bagaimana Mengenali Dan Menangani Bullying Di Tempat Kerja

Bullying pada tempat kerja memiliki arti tindakan seorang ataupun lebih aktor yang berulang-ulang dan bisa bikin rugi kesehatan. Sikap ini terhitung memberikan ancaman, mengejek, atau mengancam, mengusik, atau lakukan sabotase, sampai penghinaan verbal. Arah dari aktor bully untuk mengontrol pribadi sebagai sasarannya. Berikut hasil riset Joyce Russell, seorang dekan senior di Fakultas Management dan Kampus Maryland.

Bagaimana Mengenali Dan Menangani Bullying Di Tempat Kerja

Konsekuensi Bullying

Para periset sudah mendokumenkan resiko dari bullying seperti susah tidur, penyakit kulit, peralihan situasi hati yang kronis, kekhawatiran, kecemasan, stres medis, migrain, sampai ketagihan rokok sampai dan obat terlarang. Sementara resiko untuk pebisnis ialah pengurangan motivasi kerja dan keproduktifan pegawai, dan kenaikan ongkos kesehatan.

Kita kemungkinan berpikiran jika cuman “kurang kuat” yang dibully pada tempat kerja. Tetapi rupanya orang yang “kuat”, benar-benar pintar, benar-benar dicintai dan diterima dengan cara sosial bisa menjadi sasaran. Beberapa dari karena kecemburuan, misalnya sasaran lebih dekat sama atasan, atau sasaran lebih berpengetahuan atau trampil. Bahkan juga, sasaran sering kali tidak sadar jika dia dibuli, sampai alami pengurangan keadaan kesehatan.

Tanda-Tanda Karyawan yang Dibully

Bagaimana Mengenali Dan Menangani Bullying Di Tempat Kerja

Beberapa pertanda jika seorang sedang ditindas pada tempat kerja mencakup:

  • Dikeluarkan dari kelompok
  • Tidak terima semua info yang dibutuhkan untuk lakukan tugas secara efektif
  • Pekerjaan yang sudah dia kerjakan diaui oleh orang lain
  • Dipergunjingkan
  • Pekerjaan yang disabotase
  • Pekerjaan yang diremehkan
  • Diteriaki pada tempat umum
  • Mendapatkan e-mail yang mempersalahkan akan satu masalah
  • Membesar-besarkan kekeliruan Anda berkali-kali (khususnya di muka orang lain)

Apa yang Bisa Dilaksanakan

Ada banyak hal yang bisa Anda kerjakan bila Anda berasa terganggu atau menyaksikan seorang yang Anda kenali pada tempat kerja sedang terganggu. Berikut salah satunya:

  • Periksa keadaan untuk tentukan apa itu ialah skema sikap dari hari ke hari atau satu peristiwa saja.
  • Cobalah tidak untuk bereaksi pada pengganggu. Walau ini susah untuk dilaksanakan, ini penting karena pengganggu sebetulnya memancing reaksi Anda. Bila mereka tidak memperoleh reaksi yang diharap, mereka kemungkinan stop mengusik Anda.
  • Berbicara langsung dengan pengganggu. Pakai suara yang tidak begitu emosional atau agresif tetapi tegas untuk memperlihatkan sikap dan penglihatan mereka itu salah mengenai Anda.
  • Laporkan bullying ke atasan Anda dibarengi data dan bukti. Bila pengganggu ialah atasan Anda, pergilah ke atasan yang semakin tinggi.
  • Dapatkan kontribusi professional bila Anda menanggung derita secara fisik atau psikis sebagai akibatnya karena bullying.
  • Dokumentasikan tiap peristiwa, terhitung tanggal, waktu dan saksi.
  • Jika dibutuhkan, peroleh perantara.
  • Cari tahu apa peraturan (dan resiko) perusahaan Anda pada bullying
  • Rencanakan opsi Anda bila perusahaan Anda tidak ambil perlakuan apa saja pada pengganggu. Psikologi Mania

Rabu, 30 Juni 2021

4 Tipe Kepribadian dari Tes DISC

tes DISC

DISC sebuah test personalitas yang banyak juga dipakai untuk beragam kebutuhan, satu diantaranya ialah kebutuhan recruitment pada sektor industri dan organisasi. Test Personalitas DISC sendiri merpakan psikotest yang dibikin berdasar 4 personalitas, yakni Dominant, Influencing, Compliant, dan Stable. Berikut ialah beberapa keterangan dari ke – 4 personalitas itu :

  1. Dominant

Merupakan susunan personalitas, di mana pribadi condong jadi orang yang menguasai, gampang dalam memutuskan, sebagai risk taker atau pengambil risiko, dan sebagai pribadi yang memilki kekuatan masalah solving yang bagus. Pribadi ini condong argumentative, dan sering jemu dengan kegiatan rutin, tetapi condong inofatif dan sukai akan rintangan.

  1. Influencing

Influencing sebagai karakter personalitas yang semangat dan percaya diri. Condong stimulanive dan emosional, gampang dalam persuasive dan sebagai pribadi yang banyak bicara. Pribadi dengan personalitas ini condong inovatif, sanggup berikan motivasi, dan sebagai seorang peace maker, tetapi condong lebih memprioritaskan reputasi dan tidak begitu perhatian pada suatu hal yang karakternya detil.

  1. Compliant

Compliatn ialah karakter personalitas yang tepat, dan sanggup berpikiran secara analisis. Lebih fokus pada bukti dan obyektif, berpikiran struktural dan condong berhati = hati. Disamping itu, mereka yang masuk ke personalitas compliant ini sanggup untuk masuk ke keadaan, mendeskripsikan, sampai mengomentari dan kumpulkan info dari sebuah keadaan.

  1. Stable

Stable sebagai type personalitas yang disebut pendengar yang bagus, posesif, condong konstan, ingin pahami dan berteman. Sebagai pribadi yang reliable, dan bisa dihandalkan, dan baik pada membenahi perselisihan atau permasalahan. Tetapi personalitas ini condong susah menyaksikan fokus, dan sering berasa tidak aman akan satu hal.

Administrasi dari Test DISC

ilustrasi administrasi

DISC sendiri sebagai alat tes yang penyelesaiannya lumayan gampang dan sederhana. Dalam helai DISC, ada 24 nomor, di mana masing – masng nomor ada 4 buah pengakuan. Client atau peserta selanjutnya disuruh untuk isi masing – masing nomor dengan pengakuan yang paling memvisualisasikan dianya, dan sekurang-kurangnya memvisualisasikan dianya . Maka, pada sebuah nomor, ada 2 buah jawaban, yakni Most (yang paling dekati), dan Least (yang sekurang-kurangnya dekati).

Pengerjaannya benar-benar gampang, dan condong cepat, oleh karena itu, DISC sebagai salah satunya tes inventory atau personalitas yang kerap dipakai dalam recruitment.

Skoring dan Interpretasi

Skoring dan interpretasi dari DISC dilaksanakan oleh tester, atau interpreter / asesor yang mumpuni. Skoring DISC bisa dilaksanakan secara mudah, karena pada helai DISC, telah ada lembar karbon, yang bisa langsung menyontek jawaban dari client atau peserta pada helai skoring. Yang penting dilaksanakan hanya hitung jumlah Most dan Least yang ada atas tanggapan dari client atau peserta.

Setelah lakukan input score, karena itu selanjutnya dlakukan input ke diagram. Ada tiga jenis diagram dalam DISC, yakni :

  1. Grafik Most

Grafik most atau Mask dan Public Self sebagai diagram yang menunjkkan kecondongan personalitas (DISC) client atau peserta dalam hubungan dengan peradaban sosial, seperti hubungan dengan lingkungan kerja, rekan seumuran, keluarga, atau orang – orang yang baru dikenali.

  1. Grafik Least

Grafik Least, atau Core dan Privat Self sebagai diagram yang memperlihatkan kecondongan personalitas client atau peserta (DISC) saat ada di bawah penekanan, misalkan stress, dikejar deadline, atau saat diinterogasi.

  1. Grafik Change

Sedangkan Diagram Change atau Perceived Self sebagai diagram kecondongan personalitas (DISC) client atau peserta yang sebetulnya. Sebagai type personalitas pribadi yang real, dan betul – betul dianya, tetapi condong jarang-jarang diperlihatkan ke orang lain.

Kategori personalitas pada test DISC benar-benar cocok dan pas untuk dipakai dalam recruitment, karena bisa mengenali personalitas – kepribdian untuk calon pegawai, khususnya untuk perusahaan yang memerlukan pegawai dengan kedudukan tinggi, seperti supervisor atau manajer. Psikologi Mania

Minggu, 27 Juni 2021

10 Tanda Kepuasan Kerja Karyawan yang Jarang Diketahui

Tanda-tanda Jika Anda Telah Puas Dengan Pekerjaan Anda Saat IniSudah Puaskah Anda dengan Tugas Anda?

Kerja sebagai salah satunya kegiatan yang sudah dilakukan oleh manusia untuk tetap bertahan hidup. Dengan bekerja, kita sanggup memperoleh pendapatan, dan sanggup untuk menjaga keperluan kita satu hari – hari. Sudah pasti dalam tugas, tidak semua baik, ada beberapa permasalahan, penekanan, dan pekerjaan – pekerjaan yang perlu dituntaskan dalam bekerja. Akan tetapi, salah satunya hal positif yang dapat kita dapatkan dari tugas kita ialah bagaimana kita mensyukuri tugas kita, dan bagaimana kita berasa senang pada tugas kita.

Apa itu kepuasan kerja?

Apabila kita bicara berkenaan kepuasan kerja, tentu banyak yang arahkan ke upah, honor, pembayaran, dan beberapa bonus dari tugas itu. Akan tetapi, kepuasan kerja tidak cuma disaksikan dari honor dan bayaran saja. Ada banyak jenis pengertian berkenaan kepuasan kerja. Robbins, misalkan menjelaskan jika kepuasan kerja itu sebuah sikap umum dari pegawai pada kerjanya sendiri. Dapat sikap yagn positif, atau sikap yang negative, dasarnya sikap itu dikuasai oleh kerjanya yang sudah dilakukan. Suka dan tidak suka adalah contoh sikap yang diperlihatkan oleh pegawai dalam kerangka kepuasan kerja.

Selain itu, menurut Spector, kepuasan kerja sendiri sebagai refleksi dari bagaimana hati seorang pegawai berkenaan kerjanya pada umumnya. Dari 2 pengertian ini, karena itu dapat kita simpulkan sedikit, jika memang yang bernama kepuasan kerja itu tidak disaksikan dari upah saja, tetapi lebih ke bagaimana seorang pegawai sanggup berlaku pada kerjanya itu.

Tanda/Tanda Kepuasan Kerja?

Nah, lantas bagaimanakah kita dapat tentukan kepuasan kerja seorang? dapatkah kita menyaksikan kepuasan kerja kita sendiri sebagai seorang pegawai? Sudah pasti dapat. Gampang sekali. Anda cukup menyaksikan berkenaan beberapa tanda berkenaan kepuasan kerja. Ada banyak hal yang dapat memberikan indikasi kepuasan dalam bekerja. Berikut ialah beberapa tanda kepuasan kerja, yang diambil dari ringkasan beragam figur, 10 Pertanda Kepuasan Kerja Pegawai yang Jarang-jarang Dijumpai :

1. Tugas itu sendiri

Maksud dari poin ini ialah, rasa senang saat lakukan tugas dapat didapat pegawai lewat sikapnya pada kerjanya tersebut. Kita dapat menyaksikan dari bagaimana kekuatan pegawai dalam bekerja, keberagaman tugas, kesusahan tugas, tanggung jawab yagn diberi, dan semua faktor – aspe intern tugas tersebut.

Misalnya, seseorang yang alumnus terbaik S1 Ekonomi, tetapi cuman ditaruh di kantor sebagai pegawai magang yang kerjanya cuman menolong menulis administrasi, foto copy, atau duduk saja tanpa dikasih pekerjaan dan tanggung jawab. Ini sudah pasti akan kurangi kepuasannya dalam bekerja. Berlainan sama mereka yang dikasih tanggung jawab besar, akan berasa senang saat sukses jalankan tanggung jawabannya secara baik.

2. Factor imbalan

Dalam bekerja, telah semestinya seorang dikasih imbalan. Imbalan bisa diberi secara material, atau non-material. Imbalan material misalkan upah, honor, makan siang, lokasi kantor yang nyaman. Sedang imbalan non-material misalkan sanjungan, peningkatan pangkat, boss yang ramah, dan lain-lain. Imbalan ini bisa menolong pegawai senang adlam bekerja. Makin baik imbalan, karena itu makin baik juga sikap pegawai pada kerjanya.

3. Penyeliaan

Kata lain dari penyeliaan ialah pemantauan. Pemantauan ini biasa dilaksanakan oleh atasan. Atasan yang sanggup berbicara secara baik, sanggup menghargakan bawahan, dan sanggup menuntun bawahan secara baik akan tingkatkan kepuasan kerja pegawai. Nach, bagaimana dengan anda? Apa atasan anda sanggup untuk jalankan peranan penyeliaannya secara baik, atau justru kebalikannya?

4. Rekanan kerja

Yap, rekanan kerja adalah point utama yang membuat tugas anda berasa membahagiakan. Rekanan kerja yang kooperatif, baik, kerap bergurau, ingin bersahabat, ramah, dan supel adalah factor yang membuat kepuasan kerja pegawai jadi bertambah. Kebalikannya, rekanan kerja yang dingin, ingin menang sendiri, sama-sama serang, dan jutek, tentunya akan membuat pegawai berasa malas, dan turunkan kepuasan kerja mereka. Sepakat?

5. Kecocokan di antara personalitas dan pekerjaan

Kepribadian ialah apakah yang anda membawa dan anda punyai tiap hari. Sudah pasti anda akan berasa senang dengan tugas anda, jika tugas itu sesuai personalitas anda, dan siapa anda. Misalkan anda ialah orang yang suka bertualang, suka ada di lapangan, dan suka menganalisis, apa anda akan senang saat anda dikasih pekerjaan bekerja di muka computer sepanjang hari? Atau anda ialah alumnus IT, tetapi anda cuman jadi tenaga administrasi saja. Ini akan memengaruhi kepuasan kerja anda sebagai pegawai.

6. Sarana

Fasilitas yang diberi oleh perusahaan seperti mobil, credit perumahan, atau credit keuangan juga mempunyai peran dalam tentukan kepuasan kerja seorang pegawai.

7. Komunikasi

Komunikasi yang diartikan di sini ialah komunikasi di antara pegawai dengan perusahaan, komunikasi terkait dengan banyak kebijakan yang di aplikasikan dan skema komunikasi di dalam organisasi itu.

8. Keadaan Kerja

Kondisi kerja fisik juga tentukan, misalkan jarak rumah dengan tempat kerja, keadaan dalam kantor, sirkulasi, pengaturan tempat, jumlah pegawai pada sebuah ruang, kebiasan dari tiap-tiap pegawai. Lokasi kerja yang jauh juga tentukan, misalkan lokasi kerja yang berada di remote tempat, di rimba, atau di off shore.

9. Budaya Perusahaan

Setiap perusahaan mempunyai budaya perusahaan tertentu, baik itu secara nature atau nurture. Budaya perusahaan yang karakternya nurture (dibuat) kadang tidak sesuai nilai-nilai pribadi, juga bisa budaya perusahaan yang bawa cuaca positif pada tempat kerja, budaya safety atau budaya anti korupsi.

10. Peluang untuk Berkembang

Kesempatan untuk berkembang untuk pegawai, tidak selamanya sama antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Kesempatan kali ini misalkan ialah pemberiaan training, pelatihan, pengajaran, sertifikasi, promo, peningkatan pangkat, peningkatan kedudukan.

Nah, itu ialah 10 tanda atau pertanda dari kepuasan kerja. Bagaiaman dengan anda? dengan membaca ke-5 pertanda – pertanda itu, apa anda telah senang dengan tugas anda?

Id, Ego dan Superego, 3 Struktur yang Membentuk Manusia

Id Ego Superego ialah STRUKTUR YANG MEMBENTUK MANUSIA. Sigmund Freud sebagai salah satunya figur psikologi yang memperkenalkan banyak teor...